Lirik Dangdut Indonesia

Lirik Dangdut Indonesia
Caca Handika – Tujuh Hari Tujuh Malam

Caca Handika – Tujuh Hari Tujuh Malam

Tuhan terimalah ingsun berpuasa
Demi seseorang yang aku cinta…

(*)
Sudah tujuh hari tujuh malam
Aku berpuasa mensucikan badan
Menahan haus, menahan lapar
Demi untuk memiliki dirimu
Demi untuk mendapatkan cintamu…

(**)
Sudah tujuh hari tujuh malam
Aku berpuasa mensucikan badan…

[Interlude]

Reff:
Aku baca do’a setiap tengah malam
Mangka welas, mangka asih dirimu kepadaku
Kar’na terlalu dalam cintaku kepadanya
S’moga Tuhan mengabulkan hajatnya diriku
Dia si kembang desa yang jadi rebutan setiap lelaki…

Kembali ke: (**)
[Interlude]
Kembali ke: Reff, (*)

Demi untuk memiliki dirimu...
Caca Handika – Sekuning Kunyit

Caca Handika – Sekuning Kunyit

(*)
Biar kau panas-panasi, biar kau kering-keringi
Sayur sudah basi ya tetap basi
Tak sudi, tak sudi ku makan lagi…

(**)
Terlanjur hatiku benci, terlanjur ku sakit hati
Biar kau bakari kemenyan putih
Tak mungkin, tak mungkin hatiku ini
Jatuh cinta lagi pada dirimu,
Demi Tuhan ku tak sudi bersatu denganmu lagi…

[Interlude]

Reff:
Jangan kau harap diriku menerima cintamu
Walau kau menangis mengemis cintaku..
Kar’na ku tahu cintamu hanya sebatas bumbu
Sekuning kunyit semata pelengkap rasa
Dipandang selera tapi takkan lama
Esok lusa sudah lain rasanya…

Demi Tuhan ku tak sudi bersatu denganmu lagi…

[Interlude]
Kembali ke: Reff, (*), (**)
Caca Handika – Sebelum Terlanjur

Caca Handika – Sebelum Terlanjur

Sebelum dirimu menyintai diriku
Cobalah kau pikir-pikir dulu
Lihatlah diriku yang tiada mampu
Mungkinkah kita dapat bersatu…

(*)
Maafkan diriku Yuliana sayang
Bukannya ku menolak cintamu
Sebelum terlanjur hidup bersamaku
Carilah pria pengganti diriku…

[Interlude]

Reff:
Kau tahu diriku masih pengangguran
Untuk hidup sendiri pun masih kekurangan..
Kau tinggal di sana, di perumahan mewah
Sedangkan aku di sini di rumah kontrakan
Urungkanlah niatmu hidup bersamaku
Yuliana sayang, ku tiada berdaya...

Kembali ke: (*)
[Interlude]
Kembali ke: Reff, (*)
Caca Handika – Ranting Patah

Caca Handika – Ranting Patah

(*)
Cintamu bagaikan air daun talas
Bila daun bergoyang airnya jatuh menghilang...

(**)
Sayangmu hanyalah sekejap kurasakan
Membuat hatiku menjadi penasaran…

Mengapa kau s’lalu tak percaya
Bila cintaku tulus kepadamu
Begitu mudahnya kau campakkan diriku
Ibarat ranting yang sudah patah…

[Interlude]

Reff:
Dulu kau pernah berjanji sehidup semati
Engkau bersumpah demi langit dan bumi
Bulan dan bintang turut menyaksikan..
Ternyata rayuanmu manis di bibir saja
Sehingga diriku terbuai tak berdaya
Ternyata semua dusta belaka…

Kembali ke: (*)
[Interlude]
Kembali ke: Reff, (**)
Caca Handika – Ramina

Caca Handika – Ramina

(*)
Ramina, nama seorang dara
Yang sedang dimabuk asmara
Dia berdendang bersenandung riang
Ramina, dia sedang mabuk cinta…

[Interlude]

Desah angin deras air, kicau burung seakan
Irama pengiring nada lagunya
Ramina Ramina Ramina, Ramina Ramina Ramina
Dia sedang mabuk cinta…

Kembali ke: (*)
[Interlude]

Desah angin deras air, kicau burung seakan
Irama pengiring nada lagunya
Ramina Ramina Ramina, Ramina Ramina Ramina
Dia sedang mabuk cinta,
Ramina, nama seorang dara...
Caca Handika – Pisah Ranjang

Caca Handika – Pisah Ranjang

Duda bukan, bujang bukan
Tapi aku sedang pisah ranjang…

(*)
Dibilang sendiri aku punya istri
Dibilang beristri aku bobo sendiri…

(#)
Aduh.. aduh aduh aduh aduh
Mana tahan kalau begini terus-terusan
Istriku tersayang marah cemburuan
Menuduh aku punya pacar lagi,
Menyangka aku tak setia lagi…

Kembali ke: (*)
[Interlude]

Reff:
Duda bukan bujang bukan, aku sedang pisah ranjang
Sudah hampir tiga bulan hidup sendirian..
Tempat tidur ranjang besi, bantal guling jadi saksi
Aku tidur kedinginan tiada kemesraan
Miring salah tengkurap salah, yang ada hanya gelisah
Dipikir-pikir percuma, punya istri pun percuma…

Kembali ke: (*), (#), (*)
[Interlude]
Kembali ke: Reff, (*)
Back To Top